Tag Archives: masalah sosial

Masalah Sosial Dalam Lingkungan Masyarakat

Masalah Sosial Dalam Lingkungan Masyarakat

Masalah sosial yang muncul dalam konteks lingkungan masyarakat dan cakupan yang berbeda, di antaranya:

1. Disorganisasi Keluarga

Keluarga adalah unit kelompok terkecil di dalam masyarakat sehingga segala permasalahan yang terjadi dalam keluarga akan memengaruhi masyarakat secara umum. Sebaliknya, keharmonisan hubungan dalam keluarga akan menjadi modal terbentuknya suatu masyarakat yang stabil. Namun, disorganisasi (keretakan) keluarga sebagai unit terkecil di tengah-tengah masyarakat sulit dihindari karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya. Adapun bentuk-bentuk keretakan keluarga (broken home) tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Keluarga yang tidak lengkap muncul akibat dari hubungan di luar nikah. Misalnya, anak tanpa ayah, anak tidak mengetahui ayahnya, atau istri tanpa suami. Dengan demikian, dalam hal ini ayah kandung gagal dalam mengisi peran sosialnya, begitu pula keluarga pihak ayah dan ibu anak yang bersangkutan.

b. Keluarga yang mengalami pisah ranjang atau perceraian.

c. Buruknya komunikasi di dalam keluarga.

d. Hilangnya pimpinan rumah tangga atau orang yang berkedudukan sebagai pimpinan karena meninggal, dihukum, atau bertugas ke luar kota dalam jangka waktu lama.

e. Terganggunya kesimbangan jiwa (gila) salah satu anggota keluarga, terutama jika menimpa ayah dan ibu.

2. Masalah Remaja

Di dalam masyarakat modern sekalipun, selalu dijumpai pertentangan antara pemuda dan orang tua. Pemuda umumnya merasa telah dewasa secara fisik (biologis). Akan tetapi, para orang tua selalu menganggap mereka belum dewasa sehingga tidak boleh memikul peran-peran orang dewasa. Hal ini dapat dimengerti sebab banyak peran yang tidak hanya memerlukan syarat kematangan fisik (usia), tetapi juga memerlukan syarat pengalaman pendidikan, dan keahlian tertentu.

Masalah Sosial Terjadi di Kalangan Remaja Yang Bergaul Bebas

Masalah Sosial Terjadi di Kalangan Remaja Yang Bergaul Bebas

Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa labil/transisi karena pada periode itu seseorang meninggalkan tahap kehidupan anakanak menuju tahap kedewasaan. Pada masa ini, remaja dianggap sedang mencari jati diri dengan mencoba hal-hal baru. Dengan demikian, peran serta orangtua dan institusi pendidikan menjadi faktor pendorong terbentuknya kepribadian remaja. Metode pendidikan yang tepat diharapkan mampu mencetak remaja-remaja yang berkepribadian baik.

3. Pelanggaran terhadap Norma

Pelanggaran terhadap norma dapat dimengerti melalui dua contoh, yaitu pelacuran dan penyimpangan seksual.

a. Pelacuran adalah suatu pekerjaan menyerah kan diri secara fisik kepada umum untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual dengan mengharapkan imbalan uang/harta benda. Pelacuran merupakan warisan dari masyarakat lama sebab kegiatan melanggar norma ini telah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu.

b. Penyimpangan seksual merupakan satu tindakan/hasrat seksual yang dilampiaskan dengan cara-cara paksaan, kekerasan, dan pelanggaran terhadap nilai-nilai. Bentuk penyimpangan ini seperti pencabulan yang dilakukan orang dewasa terhadap anak (ayah terhadap anak perempuannya atau paman terhadap keponakannya).

Riset Masalah Sosial Dalam Keluarga

Dalam sebuah keluarga, terjadi kesalahpahaman antara anak dan orangtua. Kesalahpahaman tersebut terjadi karena pendapat si anak berbeda dengan kehendak orangtuanya. Hal tersebut menyebabkan kekecewaan yang mendalam terhadap perasaan si anak sehingga si anak kemudian pergi meninggalkan rumah. Menurut Anda, bagaimana cara mengantisipasi persoalan tersebut. Bagaimana sebaiknya peran yang dilakukan orangtua dan anak tersebut.


Improve Your English Today

Masalah Sosial Yang Penting

Masalah Sosial Yang Penting

Masalah sosial yang penting muncul karena hubungan antara manusia atau masyarakat dan lingkungannya. Beberapa masalah sosial ini merupakan kajian dalam sosiologi, seperti berikut ini.

Kemiskinan

Dewasa ini, perbedaan kedudukan ekonomi masyarakat ditentukan secara jelas karena berkembangnya nilai-nilai sosial baru tentang kedudukan yang berkenaan dengan pemilikan benda-benda bernilai ekonomi. Nilai-nilai baru ini berkembang sejak dimulainya perdagangan ke seluruh dunia, nilai-nilai yang berkembang di masyarakat lain cenderung diakui pula sebagai nilai oleh suatu masyarakat, terutama apabila berasal dari kelompok masyarakat yang tingkat peradabannya diyakini lebih tinggi daripada masyarakat setempat. Oleh sebab itu, tingkat kepemilikan harta menimbulkan masalah sosial baru, yaitu kemiskinan.

Kemiskinan adalah suatu keadaan seseorang yang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental ataupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Pada masyarakat yang bersahaja, kemiskinan identik dengan kesulitan memenuhi kebutuhan primer (sandang dan pangan). Inilah yang menyebabkan kemiskinan menjadi masalah sosial. Kemiskinan menyebabkan orang-orang tidak dapat memperoleh pendidikan yang layak sehingga kualitas hidupnya rendah. Selain itu, kemiskinan menyebabkan orang-orang melakukan tindakan yang melanggar norma dan nilai, misalnya mencuri, melacur, atau korupsi. Ini semua disebabkan kurang berfungsinya lembaga-lembaga ekonomi sehingga taraf kehidupan ekonomis masyarakat tidak dapat diangkat ke taraf yang lebih baik.

Kejahatan

Kondisi-kondisi dan proses-proses sosial menghasilkan berbagai perilaku sosial di masyarakat, termasuk perilaku kejahatan. Kejahatan dianggap sebagai masalah sosial sebab dapat merugikan anggota masyarakat lainnya. Kejahatan terbentuk melalui proses imitasi, pelaksanaan peran sosial, diferensiasi, kompensasi, identifikasi dan kekecewaan yang agresif. Perilaku jahat itu dipelajari melalui pergaulan yang dekat dengan pelaku kejahatan sebelumnya, ditambah pengaruh media komunikasi, seperti buku, koran, radio, dan film yang juga mendorong orang untuk ber-perilaku jahat atau sebaliknya menjauhinya.

Peperangan

Peperangan dipandang sebagai bentuk pertentangan yang dahsyat sehingga merugikan dan menimbulkan disorganisasi, baik di pihak yang menang maupun di pihak yang kalah. Peperangan dapat dipandang sebagai lembaga kemasyarakatan sebab setelah peperangan biasanya diikuti dengan akomodasi yang melahirkan bentuk-bentuk kerja sama baru antarnegara atau masyarakat yang terlibat konflik.

Perang Merupakan Masalah Sosial Yang Mengakibatkan Banyak Korban

Perang Merupakan Masalah Sosial Yang Mengakibatkan Banyak Korban

Masalah Kependudukan

Penduduk merupakan sumber daya bagi keberadaan suatu negara. Negara yang penduduknya banyak berarti memiliki sumber daya yang besar untuk membangun. Akan tetapi, jika jumlah banyak tersebut tidak diimbangi dengan kualitas yang baik tentu akan menjadi beban atau masalah dalam meningkatkan taraf ekonominya. Selain itu, pertumbuhan yang cepat dan persebaran yang tidak merata juga dapat menjadi masalah sosial.
——-

Soal

Untuk menanggulangi kemiskinan, pemerintah melaksanakan program “Raskin” (beras untuk keluarga miskin), tetapi belum juga berhasil meng hilangkan kemiskinan karena ….
a. sering terjadinya penyimpanganpenyimpangan terhadap bantuan tersebut.
b. sikap masyarakat tidak tahu berterima kasih.
c. sikap ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah.
d. penggunaan bantuan yang kurang tepat.
e. jumlah bantuan yang diberikan kurang memadai.

Jawaban:

a. Kemiskinan muncul di seluruh bidang kehidupan.

Miskin materi, atau ketidakmampuan di bidang ekonomi menjadi faktor utama yang menyebabkan miskinnya faktor dalam diri manusia. Karena miskin material, manusia menjadi miskin moral. Hal ini yang menyebabkan banyaknya penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan.


Improve Your English Today

Masalah Sosial – Hubungan Masyarakat dan Lingkungan

Masalah Sosial

Masalah sosial dan solusinya merupakan salah satu topik terpenting pembelajaran sosiologi.

Masalah Sosial banyak terjadi dalam masyarakat. Sosiologi mempelajari pola-pola hubungan dalam masyarakat dan lingkungannya serta mencari pengertian-pengertian umum secara rasional dan empiris. Oleh karena itu, sosiologi umumnya mempelajari gejala-gejala (fenomena) masyarakat yang normal atau teratur dalam lingkungannya.

Akan tetapi, tidak selamanya keadaan gejala-gejala menjadi normal seperti yang dikehendaki masyarakat yang bersangkutan. Gejala-gejala sosial yang tidak sesuai antara hal yang diinginkan dengan hal yang telah terjadi dinamakan masalah sosial. Sebagai kumpulan mahkluk yang dinamis, kita akan senantiasa menemukan masalah-masalah sosial di dalam masyarakat.

Di lingkungan masyarakat Indonesia banyak dijumpai masalahmasalah sosial yang disebabkan oleh perubahan-perubahan yang terus-menerus. Akibatnya, terjadi kerusakan atau keretakan organisasi sosial (disorganisasi) di masyarakat. Dalam menghadapi hal ini diperlukan suatu perencanaan sosial untuk mengatasinya. Untuk itu, lebih dahulu harus dipelajari secara mendalam realitas sosial yang sedang dihadapi masyarakat dengan melakukan perencanaan sosial.

Sebuah masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antara suatu kelompok dan kelompok lain. Dalam keadaan normal terdapat integrasi (keterpaduan) serta keadaan yang sesuai pada hubungan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Apabila antarunsurunsur tersebut terjadi bentrokan, hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga memungkinkan terjadi kegoyahan dalam kehidupan kelompok.

Ada banyak faktor yang menjadi sumber masalah sosial di dalam masyarakat dan lingkungannya, antara lain adalah faktor ekonomis, biologis, psikologis, dan kebudayaan setempat. Semua faktor tersebut memunculkan kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial. Setiap kelompok masyarakat memiliki norma sendiri yang menjadi ukuran kesejahteraan, kesehatan, serta penyesuaian diri, baik individu maupun kelompok. Soerjono Soekanto mem bedakan masalah sosial menjadi empat, yaitu sebagai berikut.

a. Masalah sosial karena faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, dan pengangguran.
b. Masalah sosial karena faktor biologis, misalnya penyakit menular.
c. Masalah sosial karena faktor psikologis, misalnya goncangan jiwa (gila).
d. Masalah sosial karena faktor kebudayaan, misalnya kenakalan remaja, atau konflik ras.

Penyebab lain yang memunculkan masalah sosial di antaranya:

a. kepincangan warisan fisik yang diakibatkan oleh pengurangan atau pembatasan-pembatasan sumber daya alam.
b. warisan sosial, misalnya pertumbuhan dan berkuranganya penduduk, pembatasan kelahiran, migrasi, angka harapan hidup, kualitas hidup, pengangguran, depresi, pendidikan, politik, dan supremasi hukum.
c. kebijakan pemerintah, misalnya perencanaan ekonomi, dan perencanaan sosial.

Improve Your English Today

Masalah Sosial Menjadi Semakin Kompleks di Kota Besar

Masalah Sosial Menjadi Semakin Kompleks di Kota Besar