Tag Archives: kontravensi

Test Sosiologi 3 – Interaksi Sosial

Sosial

Sosial interaksi merupakan ciri manusia berbudaya. Semakin tinggi tingkat budaya suatu masyarakat, semakin bagus pula sosial interaksi dalam masyarakat tersebut.

A. Jelaskan konsep-konsep berikut.

• Gregariousness • Kelompok • Face to face
• Bargaining • Kontak • Koalisi
• Imitasi • Kontravensi • Crowd suggestion
• Social relationship • Individu • Renaissanse

B. Pilihlah jawaban yang paling tepat.

1. Tindakan yang tanpa memperhitungkan logika adalah tindakan sosial berupa ….
a. rasional instrumental
b. rasional orientasi nilai
c. tradisional
d. afeksional
e. asosiasi

2. Beberapa perilaku dalam masyarakat:
1. memecahkan telur pada acara pernikahan
2. menangis di muka umum saat berkabung
3. selamatan ketika kematian berusia 40 hari
4. memilih jurusan sekolah
Manakah yang termasuk contoh dari tindakan tradisional ….
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4
e. 3 dan 4

3. Manakah yang merupakan nilai sosial yang berfungsi sebagai norma dan kriteria yang menunjukkan cita-cita masyarakat suatu bangsa ….
a. faktor pendorong
b. benteng perlindungan
c. petunjuk arah
d. sarana
e. alat mengumpulkan orang-orang

4. Contoh adanya kontak langsung dan komunikasi langsung adalah ….
a. seseorang menelepon temannya
b. mengirim surat kepada teman nya
c. seseorang berbicara kepada temannya
d. pemasangan pengumuman di papan tulis
e. lampu lalu lintas di jalan raya

5. Interaksi sosial yang paling mudah di lakukan seseorang adalah ….
a. imitasi
b. identifikasi
c. sugesti
d. motivasi
e. simpati

6. Perasaan tertarik dari seorang pemuda kepada seorang gadis merupakan ….
a. imitasi d. motivasi
b. identifikasi e. simpati
c. sugesti

7. Rina sangat mengagumi penyanyi idolanya. Dia meniru segala penampilannya agar sama dengan idolanya. Tindakan Rika disebut ….
a. imitasi d. motivasi
b. identifikasi e. simpati
c. sugesti

8. Salah satu bentuk dari sugesti adalah ….
a. prestige d. inovative
b. koalisi e. custom
c. compromise

9. Seseorang melempar batu ke danau, di danau tersebut ada orang yang sedang menyelam sehingga batu tersebut mengenai nya. Hal itu termasuk ….
a. proses sosial d. tindakan sosial
b. kejadian sosial e. konsep sosial
c. tipe sosial

10. Interaksi yang dilakukan oleh dua orang dan merupakan bagian dari masyarakat terkecil ….
a. superordinat d. triad
b. subordinat e. dyad
c. konflik

11. Rapat antarfraksi di DPR yang membahas RUU Antipornografi dan Pornoaksi termasuk interaksi sosial yang berlangsung antara ….
a. kelompok dan kelompok
b. individu dan kelompok
c. individu dan individu
d. kelompok dan individu
e. kelompok itu saja

12. Berikut merupakan bentuk-bentuk asosiatif, kecuali ….
a. kerja sama d. asimilasi
b. akomodasi e. akulturasi
c. kontravensi

13. Suatu proses yang menjadikan seorang individu me nerima suatu cara penglihatan atau pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu, adalah yang memengaruhi terjadinya interaksi sosial secara ….
a. imitasi d. simpati
b. sugesti e. antipati
c. identifikasi

14. Salah satu bentuk disosiatif adalah ….
a. kerja sama d. asimilasi
b. akomodasi e. akulturasi
c. kontravensi

15. Proses asimilasi akan berjalan lancar apabila ditunjang oleh faktor berikut ….
a. sikap toleransi dan kesempatan yang sama
b. adanya perbedaan kepentingan dalam bidang ekonomi
c. sikap biasa saja terhadap orang asing
d. sikap tertutup dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
e. persamaan yang dilandasi persaingan

16. Berikut adalah faktor internal penyebab perubahan sosial, kecuali ….
a. peperangan
b. konflik
c. revolusi
d. ideologi
e. penemuan baru

17. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik adalah sebagai berikut, kecuali ….
a. perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan
b. perbedaan latar belakang kebudayaan

C. Jawalah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat.

1. Uraikan pengertian interaksi sosial.
2. Apa yang dimaksud dengan kontak sosial dan komunikasi sosial?
3. Sebutkan dua faktor yang memengaruhi berlangsungnya interaksi sosial.
4. Deskipsikan bentuk-bentuk proses asosiatif.
5. Sebutkan faktor-faktor yang mempermudah asimilasi.


Easy English Lessons Online
Marketing Business Online
Bilingual English


Sosial Interaksi Merupakan Ciri Manusia Berbudaya

Sosial Interaksi Merupakan Ciri Manusia Berbudaya

Proses Interaksi Sosial Disosiatif

Interaksi Sosial Disosiatif

Dalam interaksi sosial yang terjadi di masyarakat, untuk mencapai tujuan bersama, wujudnya dapat berupa kerja sama ataupun pertentangan atau pertikaian. Kerja sama tidak serta merta selalu baik, tanpa adanya keteraturan sosial di masyarakat, kerja sama pun akan mengalami penyimpangan-penyimpangan atau menjadi tidak sehat dan bukan tidak mungkin dapat menimbulkan permusuhan.

Contohnya, jika Anda bekerja sama dalam tugas kelompok dari guru, lalu teman yang Anda pilih selalu teman-teman berprestasi di kelas, tanpa memperhatikan teman atau kesempatan kelompok lainnya, bukan tidak mungkin teman atau kelompok lainnya akan merasakan ketidakadilan dan antipati atau memusuhi Anda atau kelompok Anda. Demikian pula dengan pertentangan, tidak selalu pertentangan itu buruk, jika terjadi dan selalu merujuk pada keteraturan sosial serta tanpa kekerasan dan ancaman, bukan tidak mungkin sebuah pertentangan akan menghasilkan sesuatu yang baik.

Dari uraian tersebut, kiranya perlu untuk Anda ketahui juga mengenai bentuk-bentuk interaksi disosiatif. Walaupun proses sosial ini kurang mendorong terciptanya keteraturan sosial, bahkan cenderung ke arah oposisi yang berarti cara yang bertentangan dengan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu, ada juga manfaatnya demi tercipta suatu keteraturan sosial. Proses disosiatif dapat dibedakan ke dalam tiga bentuk sebagai berikut.

a. Persaingan

Persaingan (competition) merupakan suatu proses sosial ketika berbagai pihak saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Persaingan terjadi apabila beberapa pihak menginginkan sesuatu yang jumlahnya sangat terbatas atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian umum. Contohnya persaingan 12 besar para penyanyi dalam acara Akademi Fantasi Indonesia (AFI) yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta.

Kompetisi Dalam Kelas Merupakan Bentuk Interaksi Sosial Disasosiatif Yang Bersifat Positif

Kompetisi Dalam Kelas Merupakan Bentuk Interaksi Sosial Disasosiatif Yang Bersifat Positif

Persaingan dilakukan dengan norma dan nilai yang diakui bersama. Kecil kemungkinan persaingan menggunakan kekerasan atau ancaman. Dengan kata lain, persaingan dilakukan secara sehat atau sportif. Misalnya, dalam sepakbola dikenal istilah fair play. Hasil dari suatu persaingan akan diterima dengan kepala dingin oleh berbagai pihak yang bersaing, tanpa ada rasa dendam, karena sejak awal, tiap pihak telah menyadari akan ada yang menang dan kalah. Oleh karena itu, persaingan sangat baik bagi Anda untuk meningkatkan prestasi, misalnya untuk menjadi juara kelas.

Persaingan memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut.

1) Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang samasama menuntut dipenuhi, padahal sulit dipenuhi semuanya secara serentak.
2) Menyalurkan kepentingan serta nilai-nilai dalam masyarakat, terutama yang menimbulkan konflik.
3) Menyeleksi individu yang pantas memperoleh status dan peran yang sesuai dengan kemampuannya.

b. Kontravensi

Unjuk Rasa Merupakan Bentuk Kontraversi Umum

Unjuk Rasa Merupakan Bentuk Kontraversi Umum

Kontravensi (contravention) merupakan proses sosial yang ditandai adanya ketidakpuasan, ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan terhadap kepribadian seseorang atau kelompok yang tidak diungkapkan secara terbuka. Kontravensi adalah sikap menentang secara tersembunyi agar tidak sampai terjadi perselisihan secara terbuka. Penyebab kontravensi antara lain perbedaan pendirian antara kalangan tertentu dengan kalangan lain dalam masyarakat, atau bisa juga dan pendirian masyarakat, contoh jenis ini adalah perang dingin. Perang dingin merupakan kontravensi karena tujuannya membuat lawan tidak tenang atau resah. Dalam hal ini, lawan tidak diserang secara fisik, tetapi secara psikologis. Melawan secara psikologis merupakan hal yang tersembunyi (tidak terbuka).

Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker, terdapat lima bentuk kontravensi, yaitu sebagai berikut.

1) Kontravensi umum, contohnya penolakan, perlawanan, protes, gangguan, dan mengancam pihak lawan.
2) Kontravensi sederhana, contohnya menyangkal pernyataan orang di depan umum, dan memaki melalui surat selebaran atau mencerca.
3) Kontravensi intensif, contohnya penghasutan, penyebaran desasdesus, dan memfitnah.
4) Kontravensi rahasia, contohnya pembocoran rahasia, khianat, dan subversi.
5) Kontravensi taktis, contohnya mengejutkan pihak lawan, provokasi, dan intimidasi.

Akibat positif dari adanya kontravensi yang mengarah pada terjadinya keteraturan sosial, yaitu sebagai berikut.

1) Dalam diskusi ilmiah, dan seminar-seminar tentang per masalahan tertentu, biasanya perbedaan pendapat justru diharapkan untuk melihat kelemahan-kelemahan suatu pendapat sehingga dapat ditemukan pendapat atau pilihan-pilihan yang lebih kuat sebagai jalan keluar suatu pemecahan masalah yang diseminarkan tersebut.
2) Menambah rasa memiliki atau kesatuan yang kuat (solidaritas) dalam kelompok. Misalnya, dengan adanya pertentangan antara suatu kelompok dan kelompok lainnya, persatuan kelompok akan lebih kuat dari setiap anggotanya, bahkan mereka merasa lebih erat dan siap berkorban demi kelompoknya untuk menghadapi ancaman yang datang dari luar.
3) Mendorong adanya perubahan atau memperbaiki kelemahankelemahan sehingga memiliki sesuatu yang lebih benar dan baik lagi.

c. Pertikaian

Pertikaian merupakan bentuk lanjut dari kontravensi. Hal ini disebabkan, di dalam pertikaian, perselisihan sudah bersifat terbuka. Pertikaian terjadi karena semakin tajamnya perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat. Semakin tajam perbedaan mengakibat kan amarah dan rasa benci yang mendorong tindakan untuk melukai, menghancurkan, atau menyerang pihak lain. Pertikaian jelas sekali mengarah pada disintegrasi antarindividu ataupun kelompok.

d. Konflik

Pertentangan atau konflik (conflict) adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan kekerasan. Pengertian konflik yang paling sederhana adalah saling memukul (configere). Namun, konflik tidak hanya berwujud pertentangan fisik semata. Dalam definisi yang lebih luas, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih, yang di dalamnya pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancur kan atau membuatnya tidak berdaya.

Sebagai proses sosial, konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan yang sulit didamaikan. Perbedaan tersebut antara lain menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, dan keyakinan. Konflik merupakan situasi wajar dalam setiap masyarakat. Bahkan, tidak ada satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik, entah dalam cakupan kecil ataupun besar. Konflik dalam cakupan kecil, misalnya konflik dalam keluarga. Adapun konflik dalam cakupan besar, misalnya konflik antargolongan atau antarkampung.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik adalah sebagai berikut.

1) Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
2) Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula.
3) Perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok, di antaranya menyangkut bidang ekonomi, politik, dan sosial.
4) Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Konflik memiliki bentuk-bentuk khusus, di antaranya:

1) konflik pribadi
2) konflik rasial
3) konflik antar kelas sosiaL
4) konflik politik dan konflik internasional.

Konflik Sosial Terjadi Akibat Ketidakpuasan Terhadap Kondisi Sosial Yang Ada

Konflik Sosial Terjadi Akibat Ketidakpuasan Terhadap Kondisi Sosial Yang Ada

Konflik kadang-kadang diperlukan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial. Adanya pertentangan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial merupakan hal biasa. Apabila dari perten tangan tersebut dapat dihasilkan kesepakatan, akan terwujud integrasi yang lebih erat dari sebelumnya. Konflik juga akan membawa akibat positif asalkan masalah yang diper tentangkan dan kalangan yang bertentangan memang konstruktif. Artinya, konflik itu samasama dilandasi kepentingan menjadikan masyarakat lebih baik.

Contohnya, konflik mengenai kebebasan informasi. Kalangan yang satu menghendaki bebasnya informasi dengan alasan melatih masyarakat untuk menyaring informasi secara mandiri. Kalangan yang lain menghendaki adanya lembaga sensor karena khawatir adanya informasi yang tidak mendidik. Kedua kalangan sama-masa menginginkan masyarakat yang semakin berkualitas.


Forex Trading Learning
Marketing Business
Bilingual English
Berani Sukses