Masalah Sosial – Hubungan Masyarakat dan Lingkungan

Masalah Sosial

Masalah sosial dan solusinya merupakan salah satu topik terpenting pembelajaran sosiologi.

Masalah Sosial banyak terjadi dalam masyarakat. Sosiologi mempelajari pola-pola hubungan dalam masyarakat dan lingkungannya serta mencari pengertian-pengertian umum secara rasional dan empiris. Oleh karena itu, sosiologi umumnya mempelajari gejala-gejala (fenomena) masyarakat yang normal atau teratur dalam lingkungannya.

Akan tetapi, tidak selamanya keadaan gejala-gejala menjadi normal seperti yang dikehendaki masyarakat yang bersangkutan. Gejala-gejala sosial yang tidak sesuai antara hal yang diinginkan dengan hal yang telah terjadi dinamakan masalah sosial. Sebagai kumpulan mahkluk yang dinamis, kita akan senantiasa menemukan masalah-masalah sosial di dalam masyarakat.

Di lingkungan masyarakat Indonesia banyak dijumpai masalahmasalah sosial yang disebabkan oleh perubahan-perubahan yang terus-menerus. Akibatnya, terjadi kerusakan atau keretakan organisasi sosial (disorganisasi) di masyarakat. Dalam menghadapi hal ini diperlukan suatu perencanaan sosial untuk mengatasinya. Untuk itu, lebih dahulu harus dipelajari secara mendalam realitas sosial yang sedang dihadapi masyarakat dengan melakukan perencanaan sosial.

Sebuah masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antara suatu kelompok dan kelompok lain. Dalam keadaan normal terdapat integrasi (keterpaduan) serta keadaan yang sesuai pada hubungan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Apabila antarunsurunsur tersebut terjadi bentrokan, hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga memungkinkan terjadi kegoyahan dalam kehidupan kelompok.

Ada banyak faktor yang menjadi sumber masalah sosial di dalam masyarakat dan lingkungannya, antara lain adalah faktor ekonomis, biologis, psikologis, dan kebudayaan setempat. Semua faktor tersebut memunculkan kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial. Setiap kelompok masyarakat memiliki norma sendiri yang menjadi ukuran kesejahteraan, kesehatan, serta penyesuaian diri, baik individu maupun kelompok. Soerjono Soekanto mem bedakan masalah sosial menjadi empat, yaitu sebagai berikut.

a. Masalah sosial karena faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, dan pengangguran.
b. Masalah sosial karena faktor biologis, misalnya penyakit menular.
c. Masalah sosial karena faktor psikologis, misalnya goncangan jiwa (gila).
d. Masalah sosial karena faktor kebudayaan, misalnya kenakalan remaja, atau konflik ras.

Penyebab lain yang memunculkan masalah sosial di antaranya:

a. kepincangan warisan fisik yang diakibatkan oleh pengurangan atau pembatasan-pembatasan sumber daya alam.
b. warisan sosial, misalnya pertumbuhan dan berkuranganya penduduk, pembatasan kelahiran, migrasi, angka harapan hidup, kualitas hidup, pengangguran, depresi, pendidikan, politik, dan supremasi hukum.
c. kebijakan pemerintah, misalnya perencanaan ekonomi, dan perencanaan sosial.

Improve Your English Today

Masalah Sosial Menjadi Semakin Kompleks di Kota Besar

Masalah Sosial Menjadi Semakin Kompleks di Kota Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>